Mazmur 1 : 1-3

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri dijalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencomooh,
Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil

II Timotius 2 : 15 - 16

Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambahkan kefasikan

Mengenai Saya

Selasa, 26 Mei 2009

PEMULIHAN LUKA-LUKA BATIN

Bagaimana caranya kita keluar dari kepahitan?
Untuk memulihkan jiwa-jiwa yang terluka di perlukan adanya keterbukaan dan keinginan untuk mau mengampuni.

KETERBUKAAN

Hal pertama di dalam pemulihan jiwa adalah keterbukaan. Keterukaan didalam memulihkan jiwa yang terluka adalah suatu syarat yang sangat penting. Ini merupakan mata rantai pertama yang sangat menentukan didalam langkah berikutnya. Ada banyak ayat didalam Alkitab yang mendukung masalah keterbukaan ini. Berikut ini saya akan menyebutkan beberapa ayat yang menganjurkan keterbukaan kepada setiap orang percaya. Jika ada keterbukaan maka jiwa kita yang terluka bisa di sembuhkan oleh Tuhan
  • Yakobus 5:16
  • Amsal 28:13
  • Mazmur 32:5
  • Mazmur 119:26
Berikut ini saya akan menguraikan 4 hal dampak yang di berikan apabila kita melakukan keterbukaanRata Penuh
  • Terbuka sama dengan Menelanjangi Pekerjaan Iblis Dengan Segala Tipu Dayanya
Ayat yang terdapat didalm Yakobus 5 : 16 mengajarkan dengan sanagt jelas mengenai keterbukaan ini. Tetapi orang Kristen lebih sering memperkosa ayat tersebut. Mereka hanya mengambil bagian keduanya saja, "Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sanagt besar kuasanya." Tetapi, orang benar yang bagaimana yang dimaksudkan dengan ayat ini?
Pada bagian awal dari ayat ini ada pertanyaan yang mengatakan, "karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh." Bagian ayat inilah yang sering dihilangkan. Orang benar yang dimaksud adalah orang benar yang saling mengaku dosa dan saling mendoakan. Keterbukaan sama dengan menelanjangi Iblis dengan segala jenis tipu dayanya. Inilah alasan mengapa pentingnya keterbukaan itu. Jadi kalau ada orang yang berani terbuka, artinya orang tersebut berani menyampaikan kekurangan dan kelemahannya, dan itu sama dengan menelanjangi iblis dan menghancurkan iblis dengan segala tipu dayanya.
  • Terbuka Sama Dengan Mematahkan Kuasa Iblis
Saya ingin menyampaikan sebuah ilustrasi mengenai pentingnya keterbukaan ini. Ada satu keluarga yang sudah dikarunia dua orang anak laki-laki. Sisulung berumur dua belas tahun dan adiknya berumur sepuluh tahun. Kedua anak ini telah diajarkan ibunya untuk dapat bekerja bersama-sama secara bergotong- royong. JIka siadik menyapu halaman maka yang membersihkan lantai adalah si sulung. Dan jika siadik mencuci piring maka sisulung menimba air.
Pada suatu hari Minggu, sehabis sarapan, siibu pergi belanja kepasar. Ketika si sulung sedang bermain-main dihalaman rumah ia mendengar bunyi yang sangat keras yang berasal dari dalam rumah. Sepertinya bunyi keras itu adalah piring yang pecah. Ia segera berlari kearah sumber suara riuh itu. Setibanya di sana ia tidak mendapatkan siadik, karena ternyata siadik sudah pergi keluar. Tiba-tiba dari ujung halaman belakang sang adik muncul sambil bersiul-siul seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Tetapi, tanpa sepengetahuan adiknya sikakak pergi kebelakang rumah tempat dari mana adinya tadi muncul. sang kakak terkejut karena disana ia menemukan pecahan piring.
Keesokan harinya, hari senin, merka berdua bersama-sama berangkat ke sekolah. Ditengah jalan si sulung bertanya kepada adiknya, "Dik, mana uang jajanmu?"
lalu adiknya merogoh sakunya dan menunjukkan selembar uang ratusan yang tadi di berikan oleh ibu mereka. kata sisulung kemudian,"Berikan uangmu itu kepadaku!"
Siadik merasa heran lalu bertanya , "untuk apa?
mengapa?"
Dengan santainya kakak menjawab, "hari ini adik harus setor uang jajanmu kepada kakak."
Tentu rasa heran di dalam didalam diri adiknya semakin bertambah. Siadik berkata, "Mengapa harus begitu. kok aneh!"
Akhirnya sikakak pun mengeluarkan kartu asnya, "kalau kamu tidak mau setor uang kepadaku, aku akan laporkan kepada ibu tentang piring yang pecah kemarin."
Siadik akhirnya tidak dapat berkata apa-apa, dan dengan terpaksa ia menyerahkan uang jajannya itu kepada sikakak. Hal tersebut dilakukannya karena ia merasa takut dilaporkan kepada ibu. Dan kejadian yang sama berlangsung selama enam hari sampai dengan hari sabtu.
Keesokan harinya, hari minggu, yakni seminggu setelah peristiwa piring pecah itu, dengan rasa was-was sang adik mengakui perbuatannya dengan terus terang kepada ibunya. Si ibu pun mengampuni kesalahannya dan menasehatinya agar dikemudian hari ia lebih berhati-hati dalam mengerjakan tugasnya.
Hari Senin berikutnya, ketika mereka kembali beangkat kesekolah bersama-sama, kakaknya, si sulung mulai menodongnya lagi dengan ancaman yang sama. Karena si adik sudah terlebih dahulu terbuka dan mengakui kesalahannya kepada ibunya, si adik sudah merasa tidak perlu takut lagi terhadap ancaman sang kakak tersebut. dan dengan tegas ditolaknya permintaan si kakak.
Dari ilustrasi diatas kita bisa menarik pelajaran khusus, bahwa keterbukaan mencegah dan tidak memberi tempat kepada iblis untuk berpijak. Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan iblis terhadap diri kita tidak ada kuasanya. Yang membuat iblis merongrong hidup kita adalah karena tidak adanya keberanian didalam diri kita untuk terbuka. Iblis akan mempunyai kekuatan apabila kita berusaha menyembunyikan dan menutup-nutupi kesalahan dan dosa kita dihadapan Tuhan. Tetapi keterbukaan membebaskan kita dari tuduhan-tuduhan iblis yang mencoba menjatuhkan kita.
  • Keterbukaan sama Dengan Memberi Tempat Bagi Firman Allah Berkarya
Yohanes 11 : 1 - 44 mengisahkan perihal kematian Lazarus yang sudah empat hari berada dalam kubur. Ketika Tuhan Yesus tiba di Betania, ia disambut dengan tangisan oleh Maria dan Martha. Mereka berkata kepada-Nya"Kalau Engkau ada disini, tentulah Lazarus tidak akan mati."
Lazarus adalah saudara laki-laki Maria dan Martha.
Lalu Tuhan Yesus berkata kepada Martha." Saudaramu akan bangkit."
Berkatalah Martha kepada-Nya, "Aku tahu dia akan bangkit pada akhir zaman."Martha tidak menangkap makna yang sebenarnya yang disampai oleh Yesus. Yesus berkuasa atas maut dan Dia sanggup membangkitkan orang mati tanpa menanti sampai akhir zaman.

Kemudian Yesus pun berkata kepadanya, "Akulah Kebangkitan dan Hidup, barang siapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." sesudah itu Ia memerintahkan untuk mengangkat batu yang menutupi kubur itu dan kemudian membukanya. Kita tahu bahwa mayat yang sudah empat hari didalam kubur pasti baunya busuk ketika dibuka. Memang ada bau busuk yang akan keluar, dan itu hanya seketika. Tetapi yang lebih penting adalah mayat yang keluar. Sebab yang jauh lebih penting adalah mayat yang dikeluarkan itu hidup. Sedang bau busuk merupakan masalah yang tidak terlalu penting. Yang sangat penting adalah Lazarus yang tadinya sudah mati sekarang hidup kembali. Memang ada suatu harga yang harus dibayar untuk suatu keterbukaan.
Ketika batu kubur diangkat, berfirmanlah Yesus, "Lazarus,marilah keluar!" Dan keluarlah Lazarus dari dalam kubur itu.Dia bangkit dari matinya. Dia hidup.
Kalau kita berani terbuka, kuasa firman Tuhan akan dinyatakan dan Tuhan sendiri akan berkarya didalam hidup kita. Seberat apapun persoalan yang sedang saudara hadapi, bukanlah pintu hatimu apabila ia mengetoknya. Berilah kesempatan kepada-Nya untuk masuk agar Dia duduk bersama dengan kita dan kita bersama dengan Dia.
Keterbukaan membuat orang lain tahu kelemahan dan kekurangan kita. Ini akan membuat kita menjadi tidak sombong. Keterbukaan juga merupakan sebuah pagar yang baik untuk memagari diri kita. Keterbukaan memberikan kesempatan kepada firman Allah yang hidup untuk mengubah dan memperbaharui kehidupan kita.
  • Keterbukaan Membuat kita Memperoleh Jawaban Didalam Hidup kita
Didalam kitab 1 Raja-raja 10 : 1-3 ditulis disana tentang Ratu Syeba yang datang kepada Raja Salomo hendak mengujinya denganteka-teki. Sebelum dia mengajukan banyak pertanyaan kepada salomo, Ratu Syeba ini menceritakan terlebih dahulu segala sesuatu yang ada di dalam hatinya. Dengan demikian akhirnya tidak satupun teka-teki yang diajukan oleh Ratu Syeba yang tidak dapat dijawab oleh Raja Salomo.
Ratu Syeba adalah Ratu negeri selatan. Dia datang kepada Raja Salomo yang artinya katanya adalah damai. Raja damai yang sesungguhnya itu adalah Tuhan Yesus. Sedang Ratu Syeba menggambarkan gereja Tuhan yang memerlukan jawaban. Gereja Tuhan harus mau datang dengan penuh keterbukaan kepada Raja Damai,Tuhan Yesus Kristus.
Didalam kehidupan setiap orang tentunya ada teka-teki. Rasul Pulus pun mempunyai teka-teki yang sedemikian, "Aku hendak berbuat baik, tetapi yang jahat sudah mendahuluiku."
Mugkin kita pernah berkata, "Kenapa suamiku tidak kerasan dirumah?"Atau yang lainnya berkata, "Sampai hari ini mengapa aku belum mendapatkan jodoh,"dan lain sebagainya.
Setiap orang tidak akan sama persoalan hidupnya, tetapi jawabannya sama adalah Yesus. Yesuslah jawaban hidup kita. Keterbukaan adalah langkah pertama didalam pemulihan jiwa yang terluka. Langkah selanjutnya yang tidak kalh pentingnya adalah mau mengampuni.

MENGAMPUNI

Langkah kedua untuk bisa keluar dari kepahitan atau luka-luka batin setelah keterbukaan adalah mau mengampuni. Kita harus mau mengampuni orang yang pernah menyakiti hati kita, siapa pun mreka. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sebab jika tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka Bapa yang di sorga tidak akan mengampuni kita ( Matius 6 : 12,14,15; 5 : 23-25 ). Tetapi kenyataannya, masih ada banyak orang Kristen yang memendam dendam dan juga benci di dalam hatinya. Dendam dan benci dalam hati mereka merupakan racun yang mematikan didalam kehidupan kita.
Keterbukaan dan mengampuni adalah dua perkara yang saling bertaut satu dengan yang lainnya.
Keterbukaan dan mengampuni adalah jalan utama menuju pemulihan jiwa yang terluka.
Kesulitan kita di dalam mengampuni sering disebabkan karena kita tidak bisa jujur terhadap diri sendiri. kita tidak mau jujur menerima perbuatan Yesus diatas Kalvari yang mau mengampuni tanpa syarat terhadap orang yang sudah berbuat jahat terhadap diri-Nya. Ketidak jujuran kita sebenarnya merupakan kekurang-percayaan kita terhadap Yesus.
Apabila kita tidak mau mengampuni, maka keadaan tidak mau mengampuni itu akan dipakai oleh iblis sebagai temapt bagi kakinya untuk berpijak didalam hidup kita.
Dendam dan kebencian sama dengan memberikan tempat bagi iblis untuk berpijak. sedang mengampuni sama dengan memusnakan tempat iblis berpijak.

Dengan cara bagaimana kita mengampuni?
  • Berdoalah bagi orang yang pernah melukai jiwa kita
  • Mintalah didoakan Hamba Tuhan untuk mencabut akar pahit
Pelayanan konseling klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar